圖片來源:作者提供。

作者:王磊(Justto Lasoo)

翻譯:何景榮

待在台灣工作已經快滿4年了!我也愈來愈了解關於這個島國的種種,包括經濟的情況、娛樂圈的星蹤、全國各地大大小小的觀光景點;當然,也包括政治。

特別對於政治,我有自己的觀點。要在這裡久居,我要求自己必須知道台灣政壇上曾經、正在與即將發生的事;只要我還在這裡工作,這些都與我息息相關。

不過,我對台灣政治知道的並不多,都是一些公開、基本的常識而已;我在更新資訊時所面臨到的阻礙之一,就是我對華語新聞的吸收能力有限。因此,我獲取知識最主要的管道,尤其是關於台灣政壇的最新發展,除了印尼文媒體與少數幾家英文媒體外,大多是透過我那些身為台灣公民的好朋友們。

正好,在我工作的場所,我跟很多來自不同年齡層、教育程度不一的本地勞工結為了好友。透過他們,我更理解了關於台灣的大小事,包括政治在內。

不久之前,當印尼正在舉行大選,即將選出新總統之際,我們也針對政治,進行了很多討論。

很多好友問我:總統當選人佐科威領導下的新政府,究竟會帶來怎麼樣的改變?

當時,我沒有回答,因為我知道:每一個競選期間的總統候選人,都會立下最美好的承諾。當下我就告訴了好友:必須要等到新政府執政一年後,才知道競選期間開出的支票是否會兌現。

現在,台灣即將舉行總統大選,換我來問我的好友們,關於選舉期間與過後所可能發生的事。

之前,我有接收有關馬總統施政的一些新聞,包括他所推行的政策,以及所做的一些關鍵性決定。我聽到了人民對他施政的不滿,並在總統府前宣洩他們的怒火。馬總統最大膽的決定,就屬與習近平主席的會面了!這場在新加坡舉行的會談,招致了來自社會各界的種種批評,對於馬英九總統與執政國民黨的信任,也因此劇烈下滑。

另一方面,很多位受邀與我交換意見的好友,都認為以執政黨現在的支持率,要翻盤贏得明年大選的機會,是愈來愈渺茫了!

54歲的「大哥」,是我們工廠裡的工頭,他認為馬總統執政後期所採取的諸多措施,讓他很失望;他認為台灣的地位已經很穩固,不需要向中國靠攏。

至於其他一些還蠻年輕的朋友,則認為要看到馬總統執政的最後一個月為止,才能夠做出他們的抉擇。

作為一個無足輕重的外人,目前我認為:除了期盼我們移工的福祉能夠更被重視、更被滿足之外,我也覺得目前執政的總統,所作出的決斷實在是太大膽了!

上述的情況,也讓民主進步黨所提名的總統候選人蔡英文,變得愈來愈受歡迎。我工作場所裡很多年紀很輕的好友,都堅定地認為:到了2016年,蔡英文會成為他們的總統。

至於國民黨推出的總統候選人朱立倫,似乎還必須更努力一點,才能獲取社會大眾的信任。

外界也認為,蔡英文比較照顧台灣總數愈來愈多的新住民;這也讓她更受跨國婚姻新二代年輕族群的歡迎。可想而知,蔡英文的舉動,也增加了社會大眾對她的信任。

我知道此時此刻,全體台灣人民都正在期待改變,並且對即將選出的總統有所期許。我很多好友們念茲在茲的,就是對新總統的期許,期盼一個嶄新的未來。

依據周遭他人的意見、媒體的觀點,尤其是透過我與台灣人好友們的直接對談,我認為對於台灣人民而言,明年似乎會是一個嶄新的時代,因為即將出現政權輪替。

將來不論是誰來帶領台灣,希望都能讓台灣成為更進步、更快樂的國家;能夠帶領所有民眾走向繁榮,讓台灣成為更適合造訪與居住的國家。

身為移工,我對台灣未來新總統的最大期許,就是在移工的福祉方面,希望台灣政府能更重視我們的權益,例如讓我們擁有祈禱的自由;因為到目前為止,還是有非常多的雇主禁止移工奉行他們宗教的祈禱。此外,則是給予移工固定放假的權益;對於從事長者看護工作的移工而言,這是他們目前所面臨的最大難題,而「無權放假」也是造成非法外勞人數不斷攀升的原因。此外,我們也希望台灣政府能夠盡量壓低從我們身上所收取的仲介費;這一筆我們必須扛下來的費用,金額之大,讓我們3年工作下來的付出與收入,竟然毫不相襯。我們也需要更多的保護;長期以來,一直有很多在問題尚未解決之前,移工卻單方面遭到遣返的案例;陪伴他們回到故鄉的,只有滿腹的悲傷與一身債務。

放眼未來,我與所有在台灣的移工,希望將來台灣的新領導者,能替台灣人民本身與外來的移民帶來正面的改變,進而造福世界。希望台灣的新總統,將是能替亞太地區帶來正義與和平的一號人物!

(作者為印尼籍移工)

     

(作者的印尼原文)

Presiden Baru, Harapan Baru?

Oleh: Justto Lasoo

Tinggal dan bekerja selama hampir 4 tahun di Taiwan, banyak hal mengenai negara pulau ini  yang semakin saya pahami. Tentang keadaan ekonomi, gemerlap dunia hiburan, seluk-beluk pariwisata di penjuru negara, serta, politik.

Khusus untuk politik, saya memberi ruang tersendiri. Menetap di sini, wajib bagi saya untuk mengetahui apa yang telah, sedang dan akan terjadi dalam panggung politik Taiwan, karena itu juga menyangkut masa depan saya selama bekerja.

Sebenarnya juga tidak terlalu banyak hal mengenai politik Taiwan saya ketahui, hanya hal-hal umum dan mendasar saja.

Keterbatasan saya dalam mengakses berita dalam bahasa mandarin, salah satu aspek yang menghambat saya dalam berburu berita-berita terbaru. 

Selain dari media berbahasa indonesia dan beberapa media berbahasa inggris, saya lebih banyak mendapat pengetahuan serta perkembangan terbaru dunia politik Taiwan melalui sahabat-sahabat saya, yang merupakan penduduk Taiwan.

Di tempat sayan bekerja, kebetulan saya berteman baik dengan banyak pekerja lokal, dari berbagai segi usia dan pendidikan. Dari mereka, saya menjadi lebih tahu tentang hal apa saja mengenai Taiwan, termasuk mengenai politik.

Beberapa waktu lalu, ketika di Indonesia tengah melangsungkan Pemilihan Umum untuk mencari Presiden yang baru, kami banyak berbincang mengenai hal tersebut.

Beberapa sahabat saya bertanya, tentang perubahan apa saja yang akan dibawa dan dilakukan oleh pemerintahan baru Joko Widodo sebagai Presiden terpilih.

Saat itu saya tidak menjawab, karena saya sudah tahu bahwa setiap calon Presiden yang melakukan kampanye pasti akan memberikan janji yang terbaik. Waktu itu saya katakan kepada sahabat saya, bahwa untuk mengetahui kebenaran janji kampanye harus menunggu hingga setahun pertama pemerintahan.

Kini, ketika beberapa bulan lagi Taiwan akan menggelar Pemilihan Umum, saya yang ganti bertanya kepada sahabat-sahabat saya, mengenai kemungkinan yang akan terjadi dalam hari pemilihan nanti.

Sebelumnya, saya juga sempat mengikuti berita-berita tentang pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden Ma. Tentang kebijakan-kebijakan beliau, tentang langkah-langkah krusial yang beliau ambil. Juga mengenai ketidakpuasan rakyat mengenai kepemimpinan beliau, tentang ujnuk rasa besar yang digelar di depan kantor Presiden. Terakhir, keputusan berani yang dilakukan oleh presiden Ma, yang menggelar pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. Pertemuan yang dilaksanakan di Singapura tersebut banyak menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat. Kepercayaan terhadap Presiden Ma Ying-Jeou serta partai Kuomintang yang mengusungnya turun drastis.

Di sisi lain, dari beberapa sahabat yang sempat  saya ajak untuk bertukar pikiran mengatakan, bahwa sepertinya prosentase partai berkuasa sekarang untuk kembali memenangi Pemilihan Umum tahun depan akan menipis. 

大哥, adalah wakil dari kepala pabrik tempat saya bekerja, berumur 54 tahun, mengatakan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Ma belakangan ini sangat membuatnya kecewa. Dia mengatakan bahwa posisi Taiwan sudah sangat kuat tanpa harus mendekat ke China. 

Sedang beberapa teman lain, yang usianya masih muda mengatakan, bahwa mereka harus melihat hingga bulan terkahir Presiden Ma memimpin, baru bisa memutuskan pilihan mereka.

Sementara, menurut saya sebagai orang luar- yang tidak punya kepentingan apapun, selain mengharapkan agar kesejahteraan kami sebagai pekerja pendatang semakin diperhatikan, serta dicukupi hak-hak kami- bahwa langkah yang diambil oleh Presiden berkuasa saat ini terlalu berani. 

Hal tersebut berimbas dengan semakin populernya calon Presiden yang diusung oleh Partai Demokratik Progresif, Tsai Ing-wen. Beberapa sahabat di tempat kerja saya, yang masih berusia muda, dengan tegas mereka mengatakan bahwa Tsai adalah presiden mereka pada tahun 2016.

Calon kuat dari Partai Kuomintang, Ju Li Lun, sepertinya harus bekerja keras untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Tsai Ing-Wen, diluar dugaan juga bekerja untuk merangkul penduduk baru di Taiwan yang jumlahnya sudah semakin banyak, hal tersebut tentu saja mendapat sambutan baik dari kaum muda anak-anak hasil perkawinan campuran. 

Langkah dari Tsai tersebut tentu saja juga semakin menambah prosentase kepercayaan dari kalangan masyarakat.

Saya tahu, seluruh rakyat Taiwan saat ini tengah mengharapkan perubahan dan punya harapan yang besar pada presiden terpilih nantinya. Berharap presiden baru, serta harapan baru, itulah yang banyak sahabat saya katakan.

Akhirnya, dari berbagai nara sumber, media dan yang utama adalah pembicaraan langsung dengan sahabat-sahabat saya penduduk  Taiwan, sepertinya tahun depan adalah masa baru bagi mereka sebagai rakyat Taiwan, di mana akan terjadi pergantian pemerintah yang berkuasa.

Semoga, siapapun nantinya yang akan memimpin Taiwan, akan membawa Taiwan menjadi negara yang lebih maju dan bahagia. Bisa membawa seluruh penduduk ke dalam kemakmuran,s erta menjadikan Taiwan negara yang semakin nyaman dikunjungi maupun ditinggali.

Sementara, bagi saya sebagai pekerja migrant, harapan terbesar saya kepada presiden baru Taiwan nanti adalah kesejahteraan. Agar pemerintah Taiwan semakin memperhatikan hak-hak kami, seperti: memberikan kebebasan beribadah bagi kami, karea selama ini masih banyak sekali majikan yang melarang pekerjanya untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianut. Kemudian juga memberikan hak libur tetap, hak libur selama ini menjadi permasalahan terbesar bagi para pekerja sektor perawat orang tua, tidak ada hak libur juga yang memicu angka pekerja ilegal semakin tinggi. Kami juga berharap, agar pemerintah Taiwan bisa menekan sekecil mungkin biaya penempatan yang dibebankan kepada pekerja, besarnya biaya yang harus kami tanggung sangat tidak sesuai dengan hasil yang kami dapatkan selama 3 tahun bekerja. Kami juga membutuhkan lebih banyak perlindungan, selama ini banyak sekali kasus yang menimpa para pekerja berakhir dengan pemulangan sepihak tanpa ada penyelesaian masalah, yang ada adalah para pekerja pulang kembali ke tanah air dengan membawa duka dan kerugian.

Lebih jauh, saya dan juga semua pekerja migrant di Taiwan berharap agar pemimpin baru Taiwan nantinya bisa membawa perubahan positif bagi rakyat Taiwan sendiri, para pendatang asing di Taiwan serta perubahan menuju kebaikan di seluruh dunia. Semoga presiden baru Taiwan nanti adalah sosok yang bisa membawa keadilan, dan kedamaian kawasan.

瀏覽次數:6956

延伸閱讀

關鍵字:

第六任直選總統即將誕生,我們都準備好了嗎?在政黨攻防熱鬧上演的同時,您希望新總統如何決定攸關未來台灣進步的住宅、國土規劃、教育與人口等政策嗎?獨立評論發起「給未來總統的一封信」,邀請關心台灣的您一起促成美好社會的進步與改變。投稿請至:opinion.cw@gmail.com

「獨立評論@天下」提醒您:
1.本欄位提供網路意見交流平台,專欄反映作者意見,不代表本社立場
2.發言時彼此尊重,若涉及個人隱私、人身攻擊、族群歧視等狀況,本站將移除留言。
3.轉載文圖請註明出處;一文多貼將隱藏資訊;廣告垃圾留言一律移除。
4.本留言板所有言論不代表天下雜誌立場。